Kampus Bisa Berkontribusi pada Target Iklim Indonesia

Mediakawasan.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesjen Kemdiktisaintek) Badri Munir Sukoco mendukung inisiatif perguruan tinggi dalam mendorong transisi emisi nol bersih. Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Indonesia Net Zero Campus di Graha Kemdiktisaintek pada Selasa (20/10).
Menurut Sesjen Badri, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam mengurangi emisi, tetapi juga menjadi aktor strategis dalam menghasilkan talenta, pengetahuan, dan inovasi untuk mendorong transisi net zero Indonesia yang berkelanjutan.
Lebih dari 120 orang dari Kemdiktisaintek, Kementerian Agama, Bappenas, kalangan universitas, serta mitra pembangunan hadir, baik secara langsung maupun daring, pada acara Indonesia Net Zero Campus: Peluncuran Laporan dan Panduan, Mendorong Aksi Perguruan Tinggi untuk Transisi Net Zero yang diselenggarakan Kemdiktisaintek bekerja sama dengan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) dan Climateworks Centre.
“Melalui riset dan kolaborasi dengan dunia industri, perguruan tinggi dapat mengembangkan solusi praktis yang mendukung pencapaian target net zero Indonesia serta memberikan manfaat bagi masyarakat, perekonomian, dan lingkungan,” ujar Sesjen Badri.
Laporan analisis yang disusun PYC dan Climateworks Centre memetakan kondisi terkini berbagai inisiatif keberlanjutan di perguruan tinggi di Indonesia. Laporan ini mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam mengembangkan dan menerapkan strategi emisi nol bersih, serta memberikan sejumlah rekomendasi untuk mendukung pengembangan ekosistem Net Zero on Campus di Indonesia.
Sesjen Badri kemudian mengapresiasi peluncuran laporan analisis dan panduan Net Zero on Campus. Ia berharap kedua dokumen tersebut dapat memperkuat pemahaman dan menjadi panduan praktis bagi perguruan tinggi dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.
“Kami mengapresiasi Climateworks Centre dan Purnomo Yusgiantoro Center atas peluncuran laporan analisis dan panduan Net Zero on Campus dalam bahasa Indonesia. Dua dokumen ini diharapkan dapat memperkokoh pemahaman dan menjadi panduan praktis bagi perguruan tinggi,” tutur Sesjen Badri.
Pada kesempatan yang sama, Sesjen Badri berharap perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mendukung upaya penanganan perubahan iklim serta menyelaraskan langkah dengan kebijakan pemerintah dan komitmen internasional.
“Pada akhirnya, kami berharap seluruh perguruan tinggi dapat berperan aktif dan bergerak selaras dengan kebijakan pemerintah serta komitmen internasional dalam menghadapi perubahan iklim. Melalui sinergi antara riset, kebijakan, dan praktik nyata, perguruan tinggi dapat menjadi penggerak transformasi menuju Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan berdaya,” ujar Sesjen Badri.
Sementara itu, Pimpinan PYC, Filda Citra Yusgiantoro, mengatakan bahwa untuk mewujudkan modal besar di sektor pendidikan menjadi aksi iklim, diperlukan peningkatan kesadaran dan dorongan untuk menerapkan strategi emisi nol bersih.
“Sekitar dua pertiga perguruan tinggi yang kami pindai telah memiliki strategi kampus hijau. Tetapi baru sekitar 15% yang memiliki komitmen emisi nol bersih, dan sebagian kecil yang sudah melakukan inventarisasi gas rumah kaca. Dengan kata lain, tantangan utamanya bukan pada kemauan, melainkan pada kelembagaan, kapasitas, dan dukungan ekosistem,” sambung Filda.
Dalam kesempatan ini, PYC dan Climateworks turut meluncurkan panduan Net Zero on Campus dalam bahasa Indonesia. Panduan yang disusun oleh UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN) bekerja sama dengan Monash University dan Climateworks Centre ini dapat membantu universitas dan banyak negara dalam mengembangkan inisiatif net zero yang sesuai dengan konteks lokal.
Professor Claire Macken, Pro Vice-Chancellor dan President (Interim) Monash University Indonesia, mengatakan bahwa Monash University Indonesia bangga mendukung inisiatif ini. Ia juga berharap panduan Net Zero on Campus dalam bahasa Indonesia dapat menjadi acuan bagi kampus-kampus di Indonesia menuju emisi nol bersih.
“Perguruan tinggi memiliki posisi yang baik untuk menjadi contoh, sekaligus membekali generasi berikutnya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan emisi nol bersih. Kami berharap panduan Net Zero on Campus SDSN dapat membantu perguruan tinggi memperkuat berbagai upaya yang telah berjalan dan mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan kampus dan komunitas masing-masing,” ujar Professor Claire Macken.
Di tahap selanjutnya, perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra terkait akan bersama-sama mengembangkan inisiatif keberlanjutan yang sudah ada dan memperkuat fondasi ekosistem Net Zero on Campus di Indonesia.
Program Indonesia Net Zero on Campus diinisiasi oleh Climateworks Centre di Monash University dan PYC pada akhir 2025. Program ini mengambil pembelajaran dari berbagai upaya yang dilakukan perguruan tinggi di seluruh dunia, termasuk Monash University di Australia, untuk mengurangi emisi dan meningkatkan keberlanjutan di lingkungan kampus.
Dikembangkan sebagai panduan praktis untuk membantu perguruan tinggi di Indonesia menuju kampus yang lebih berkelanjutan, program ini mempertimbangkan karakteristik sektor pendidikan tinggi dan konteks lokal Indonesia. Program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi, tetapi juga mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. (Red/rlls)





