Trending

Sambut HPN 2026, PWI Tangsel Gelar Senam Sehat Bersama Masyarakat

Redaksi
Redaksi1 Februari 2026 pukul 23.31 WIBDiperbarui 1 Februari 2026 pukul 23.33 WIB
2 menit baca
Iklan

Mediakawasan.co,id. Tangerang Selatan – PWI Tangsel – Menyambut rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan berlangsung di Banten, Persatuan Wartawan Indonesia Kota Tangerang Selatan (PWI Tangsel) menggelar senam sehat bersama masyarakat, Minggu 1 Februari 2026.

Acara yang mengusung tema ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat’ ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, insan pers, dan masyarakat.

Ketua PWI Kota Tangsel, Ahmad Eko Nursanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan HPN 2026 sekaligus upaya menjaga kebugaran fisik insan pers.

“Wartawan yang kuat butuh wartawan yang sehat fisik jasmani. Jadi ini merupakan program, bagian dari program kita untuk menyehatkan wartawan,” ujarnya.

Eko memberikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Tangsel terhadap dunia pers selama ini.

Di kesempatan yang sama, Eko mengajak seluruh peserta, khususnya ibu-ibu, untuk mendukung program pemerintah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional dan menekankan peran strategis pers dalam demokrasi dan kemajuan kota.

”Sehatnya pers di Tangerang Selatan menjadi cerminan bahwa sebuah kota itu kota yang maju. Karena masyarakatnya akan tercerdaskan,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa pembangunan Kota Tangsel selama 17 tahun tidak terlepas dari peran serta dan dukungan insan pers lokal.

Lalu, Ketua DPRD Kota Tangsel, Abdul Rasyid menyebut penyelenggaraan puncak HPN 2026 di Banten sebagai kebanggaan dan momentum yang perlu didukung bersama.

Ia juga mengapresiasi inisiatif senam pagi sebagai kegiatan yang positif dan menyehatkan.

“Dan hari ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan itu semua dan senang sekali karena memang kegiatan ini sangat positif. Dan saya kira penting buat kita semua, temanya ini menarik saya kira: ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat’,” ungkapnya.

Di sisi lain, Abdul Rasyid mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai cerminan kualitas bersama.

“Kebersihan itu bagian daripada iman. Kalau kota kita tidak bersih, itu mencerminkan kualitas keimanan,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dalam menyambut HPN 2026 serta membangun kota yang lebih sehat dan bersih.(Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anak muda Indonesia semakin akrab dengan AI, termasuk untuk mengeksplorasi ide dan minat kreatif. Tantangannya kini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Menjawab kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Trimenghadirkan Kelas Kr3asi, program pemberdayaan kreativitas bersama Adobe Express yang membekali pelajar Indonesia dengan keterampilan desain […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Membagi waktu antara sekolah dan latihan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet. Namun, kesibukan tersebut tidak menyurutkan semangat Athar Aqila Rasya Nasution dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang turun di cabang olahraga atletik nomor lompat jauh ini tengah menjalani […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Mogul Burger resmi membuka gerai di The Breeze BSD, Selasa (27/10/2026). Brand yang sebelumnya telah hadir di Jakarta dan Medan ini membawa menu burger berbahan daging sapi dan keju cheddar bagi pengunjung di kawasan BSD dan sekitarnya. Mogul Burger didirikan bersama oleh Joeana Simon dan Chris Angkasa. Kata “Mogul” sendiri merujuk […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, menilai polemik pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan perlu menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali sensitivitas sosial dalam kebijakan perpajakan. Menurut Anis, persoalan ini tidak cukup dilihat semata-mata dari aspek ketentuan dan administrasi perpajakan. Ada dimensi keadilan […]