Trending

Ketahanan Pangan dan Kesenjangan Teknologi di Indonesia

Redaksi
Redaksi30 Juli 2025 pukul 17.20 WIBDiperbarui 30 Juli 2025 pukul 17.20 WIB
3 menit baca
<p> Penulis Artikel : Tatas Brotosudarmo, Dosen Prodi Teknologi Pangan, Universitas Kristen Petra</p>
Iklan

Mediakawasan.id, Jawa Timur, Kemajuan Indonesia dalam ketahanan pangan patut diapresiasi. Negara ini telah mencapai swasembada beras dan cadangan stok mencapai 3,7 juta ton per Mei 2025, berkat inovasi teknologi dan metode pertanian modern seperti penggunaan drone untuk penaburan benih dan pemupukan organik. Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat menjadi pusat produksi utama beras, menunjukkan keberhasilan strategi nasional yang mengintegrasikan teknologi canggih.

Namun, pencapaian ini tidak boleh membuat kita lengah. Masih ada tantangan besar, terutama keterbatasan lahan di Pulau Jawa yang memaksa pengembangan wilayah produksi dari daerah lain secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pengelolaan sumber daya alam harus menjadi prioritas, mengingat ancaman perubahan iklim seperti erosi tanah, deforestasi, dan cuaca ekstrem yang mengancam kestabilan produksi pangan. Oleh karena itu, pembangunan sistem pertanian harus mengedepankan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh.

Teknologi pertanian presisi menjadi kunci dalam memastikan ketahanan pangan. Penggunaan sensor tanah, cuaca, dan drone memberikan data akurat agar petani dapat membuat keputusan tepat. Sistem irigasi otomatis berbasis sensor juga membantu konservasi air sekaligus meningkatkan hasil panen. Selain itu, rekayasa genetika dan bioteknologi mampu menciptakan varietas tahan penyakit dan cuaca ekstrem. Pemanfaatan data besar dan platform digital memperkuat pengelolaan rantai pasok, mengurangi limbah, dan membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan pendapatan petani kecil. Teknologi ini perlu diadopsi secara masif, termasuk di wilayah terpencil, agar manfaatnya merata.

Sayangnya, rendahnya tingkat adopsi teknologi oleh petani, nelayan, dan pelaku usaha masih menjadi hambatan utama. Banyak yang kekurangan akses pelatihan, infrastruktur digital, dan insentif. Resistensi budaya dan minimnya pemahaman teknologi membuat potensi inovasi belum maksimal. Berbeda dengan Thailand, yang lebih maju dalam mengadopsi teknologi pertanian dan mengembangkan sektor pangan berbasis inovasi, termasuk industri halal yang berkembang pesat dan diakui global. Keberhasilan Thailand didukung oleh regulasi yang kondusif dan kolaborasi internasional, sedangkan Indonesia masih menghadapi hambatan di regulasi dan kapasitas SDM.

Pengembangan teknologi pangan juga harus difokuskan pada bahan lokal dan diversifikasi sumber pangan. Produk berbahan dasar singkong, sagu, ubi jalar, dan umbi-umbian mampu memperkaya pola makan, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan ketahanan pangan. Ilmu pangan berperan penting dalam men karakterisasi bahan lokal, menjamin keamanan, dan mengembangkan inovasi pengolahan sesuai karakteristik setempat. Selain itu, hilirisasi inovasi harus melibatkan kolaborasi lintas sektor dan didukung kebijakan yang memadai seperti penguatan distribusi, peningkatan mutu, dan sertifikasi halal.

Agar inovasi teknologi pangan dapat berkembang secara inklusif, ada beberapa langkah strategis yang harus diambil. Pertama, pemerintah harus memperkuat kebijakan yang mendukung inovasi tersebut melalui insentif fiskal, kemudahan akses dana, serta regulasi yang mendukung pengembangan teknologi. Kedua, sektor pendidikan dan lembaga riset perlu memperkuat kapasitas SDM lewat pendidikan berkelanjutan dan pengembangan pusat inovasi yang mampu menciptakan solusi teknologi lokal yang relevan dan berkelanjutan. Ketiga, pembangunan ekosistem inovasi harus melibatkan kolaborasi aktif semua pihak: pemerintah, akademisi, industri, dan petani, melalui kemitraan strategis dan inkubator kewirausahaan di bidang teknologi pangan berbasis data besar, AI, dan IoT.

Keempat , pembangunan infrastruktur digital di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, harus dipercepat. Peningkatan jaringan internet, distribusi perangkat digital, serta pelatihan literasi digital sangat diperlukan agar para petani dan pelaku usaha mampu mengadopsi teknologi secara efektif dan merata.

Kelima, pembangunan kesadaran masyarakat tentang pentingnya diversifikasi sumber pangan lokal dan penggunaan teknologi juga harus dilakukan secara intensif melalui kampanye edukatif dan sosialisasi. Label produk yang menonjolkan bahan lokal dan aspek keberlanjutan dapat memperkuat preferensi konsumen dan memperluas pasar domestik, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal. Dengan sinergi dari pemerintah, akademisi, swasta, dan petani, Indonesia memiliki peluang membangun critical mass inovasi yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Investasi besar dalam riset dan pengembangan, infrastruktur digital, serta reformasi regulasi akan mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045 — sebuah Indonesia yang sehat, mandiri, dan berdaya saing tinggi di kancah global.

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang – Menghadirkan hunian yang nyaman dan menarik tidak hanya bergantung pada pemilihan furnitur, tetapi juga bagaimana setiap elemen ditata agar selaras dengan kebutuhan dan gaya hidup penghuninya. Menjawab kebutuhan tersebut, INFORMA dan INFORMA Electronics di bawah naungan PT Home Center Indonesia resmi menghadirkan konsep toko terbaru di Supermall Karawaci, Tangerang. Kehadiran konsep baru […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang – Mengusung konsep warmindo atau warung kopi modern yang nyaman dengan harga terjangkau, Rumipang (Rumah Mi Ropang) hadir untuk meramaikan pilihan kuliner masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya. Tempat kuliner yang didirikan Livona Jeviro ini menawarkan beragam menu, mulai dari mi instan dengan racikan bumbu khas, roti panggang, hidangan nasi, hingga camilan dan minuman […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Apung An-Nur Jakarta yang berlokasi di kawasan Pantai Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, pada hari Jumat, 16 Oktober 2026. Peresmian ini bukan sekadar penambahan bangunan atau fasilitas di Jakarta, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan kota yang semakin baik, manusiawi, dan memberikan ruang […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Yogyakarta – Aktivitas digital masyarakat Yogyakarta dan Solo terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan internet untuk pendidikan, pekerjaan, hiburan, pariwisata, hingga kegiatan usaha. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatat pertumbuhan trafik data internet di wilayah Jogja–Solo sebesar 17% dalam satu tahun terakhir, dengan peningkatan tertinggi terjadi di Kabupaten Sleman sebesar 32%, Kabupaten Bantul 28%, […]