Trending

Transparansi PPDB Dipertanyakan, Warga Pamulang Desak Buka Data Siswa Diterima

Redaksi
Redaksi15 Juli 2025 pukul 17.03 WIBDiperbarui 15 Juli 2025 pukul 17.04 WIB
2 menit baca
<p>Portal sekolah di Tangsel yang di tutup warga. </p>
Iklan

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Aksi protes warga Pamulang terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025 akhirnya mereda. Warga menerima keputusan pembongkaran paksa gembok pagar dan portal akses menuju SMA Negeri 3 dan 6 Pamulang.

“Waktu kita mediasi di Polsek tadi, hasilnya menyatakan bahwa jalur ini memang sudah ditetapkan secara hukum oleh pemerintah. Jadi kami menghormati itu,” kata Ferry Kamil, perwakilan warga Pamulang Barat, Senin (14/7/2025).

Meski begitu, warga tetap mempertanyakan dasar penetapan kebijakan penerimaan siswa. Dalam pertemuan mediasi, mereka menyoroti apakah seluruh proses benar-benar hanya bergantung pada sistem algoritma.

Ferry menyampaikan harapan warga agar data siswa yang diterima di SMA negeri dapat diakses publik. Menurutnya, informasi tersebut bukan bagian dari rahasia negara dan justru menjadi hak masyarakat untuk mengetahui.

“Ini bentuk partisipasi warga. Transparansi itu penting. Apalagi banyak yang menemukan siswa diterima bukan dari lingkungan sekitar sekolah,” ungkapnya.

Masalah klasik seperti ini, tambah Ferry, seharusnya tidak terus terjadi karena hanya menyulut ketegangan dan menguras energi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa warga Pamulang Permai tetap ingin menjaga hubungan baik dengan pihak sekolah.

“Kalau transparansi tidak diberikan, situasi bisa memburuk. Padahal warga hanya ingin informasi terbuka,” lanjutnya.

Warga mengaku siap membuka data milik mereka jika pihak sekolah juga terbuka memberikan data siswa yang diterima. Mereka menyoroti perubahan kebijakan dari sistem berbasis jarak menjadi berbasis nilai, yang dianggap mengesampingkan siswa dari lingkungan terdekat.

“Bayangkan ada sembilan anak yang rumahnya tepat di depan sekolah, tapi tak satupun diterima. Padahal akses jalan sekolah juga dibuka berkat izin warga,” kata Ferry.

Ia juga menyinggung kondisi ekonomi warga yang kian sulit, di mana keberadaan sekolah negeri di dekat rumah seharusnya jadi solusi pendidikan murah bagi warga setempat.

Saat ditanya kemungkinan adanya warga luar daerah yang diterima secara tidak wajar, Ferry menegaskan pentingnya pengawasan.

“Kalau memang ditemukan penyimpangan, biar itu jadi urusan aparat penegak hukum. Teman-teman media juga kami harap bisa ikut mengawal,” tegasnya.

Ferry menutup pernyataannya dengan mengingatkan kembali fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang seharusnya memberikan kesempatan yang adil bagi semua warga.

“Sekolah itu tempat mendidik semua orang agar jadi pintar, bukan hanya menerima yang sudah pintar,” tandasnya. (Red/*)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anak muda Indonesia semakin akrab dengan AI, termasuk untuk mengeksplorasi ide dan minat kreatif. Tantangannya kini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas. Menjawab kebutuhan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand&nbsp;Trimenghadirkan Kelas Kr3asi, program pemberdayaan kreativitas bersama&nbsp;Adobe Express&nbsp;yang membekali pelajar Indonesia dengan keterampilan desain […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan – Membagi waktu antara sekolah dan latihan menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet. Namun, kesibukan tersebut tidak menyurutkan semangat Athar Aqila Rasya Nasution dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang turun di cabang olahraga atletik nomor lompat jauh ini tengah menjalani […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Tangerang Selatan — Mogul Burger resmi membuka gerai di The Breeze BSD, Selasa (27/10/2026). Brand yang sebelumnya telah hadir di Jakarta dan Medan ini membawa menu burger berbahan daging sapi dan keju cheddar bagi pengunjung di kawasan BSD dan sekitarnya. Mogul Burger didirikan bersama oleh Joeana Simon dan Chris Angkasa. Kata “Mogul” sendiri merujuk […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, menilai polemik pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan perlu menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali sensitivitas sosial dalam kebijakan perpajakan. Menurut Anis, persoalan ini tidak cukup dilihat semata-mata dari aspek ketentuan dan administrasi perpajakan. Ada dimensi keadilan […]