Trending

HIV Berkembang Menjadi AIDS, Perhatikan Pencegahannya

Redaksi
Redaksi4 Desember 2021 pukul 02.30 WIBDiperbarui 4 Januari 2022 pukul 14.53 WIB
3 menit baca
Iklan

MKD.co.id, BALIKPAPAN- Bertepatan dengan perayaan Hari AIDS (Acquired Immunodeficiency syndrome) Internasional, Rabu (01/12/2021) Siloam Hospitals Balikpapan menggelar edukasi bincang sehat seputar HIV-AIDS bertajuk : “Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya”. Edukasi dilakukan guna meningkatkan dan mengingatkan kembali akan pengetahuan dan kepedulian terkait HIV/AIDS melalui aplikasi live Instagram.

Disampaikan dalam edukasinya, Dokter Liliana Handranatan, dokter VICITY klinik atau dokter Voluntary Counseling Testing khusus untuk HIV-AIDS yang berada di Siloam Hospitals Balikpapan mengatakan HIV masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang, kurangnya edukasi dan pemahaman tentang HIV membuat Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) seringkali mendapatkan perlakuan yang diskriminatif.

“HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit,” ungkap Liliana Handranatan.

Menurutnya, HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

“Jadi HIV itu adalah virusnya, sementara AIDS adalah kumpulan gejala yang disebabkan karena penurunan kekebalan tubuh,” imbuh Liliana.

HIV berkembang menjadi AIDS, Perhatikan Pencegahan

Tahap paling lanjut dari infeksi HIV adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yang dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang jika tidak diobati, tergantung pada kondisi masing-masing individu. Namun, tidak semua orang yang mengidap HIV akan berkembang menjadi AIDS.

“Secara garis besar ada empat cara virus ini ditularkan. Yang pertama melalui transfusi darah, yang kedua lewat cairan sperma atau cairan pre ejakulasi, yang ketiga lewat cairan vagina, dan yang terakhir melalui Air Susu Ibu. Jadi penularannya tidak semudah yang kita kira,” tutur dokter Lili yang juga bertugas sebagai dokter MCU di Siloam Hospitals Balikpapan.

Ditambahkannya, bahwa HIV itu tidak ditularkan melalui air liur tetapi lewat darah dan cairan sperma dan air susu ibu, jadi bukan dari kontak makan, maka bagi pihak keluarga tidak perlu khawatir saat makan bersama dengan penderita AIDS.

Gejala dari HIV yang pertama kali muncul adalah, demam, sakit kepala, diare, dan sariawan. Biasanya untuk orang dengan HIV positif menjadi AIDS itu butuh waktu yang lama dengan durasi lebih dari 10 tahun.

“Disana kalau sudah muncul AIDS maka gejala-gejala dari turunnya sistem kekebalan tubuh seperti infeksi-infeksi oportunistik akan bisa masuk ke dalam tubuh, jadi bisa menyebabkan infeksi TBC, kemudian penurunan berat badan yang signifikan, lalu bisa menyebabkan infeksi jamur dan lain sebagainya,” tutur dokter Lili.

Apa saja faktor risiko yang perlu diwaspadai?

Faktor resiko merupakan hal yang harus diketahui masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan secara optimal. Pada kesempatan edukasi diakhir sesi, Dokter Liliana Handranatan menjelaskan akan faktor tersebut didapat melalui penggunaan jarum suntik yang bergantian seperti yang biasa ditemukan pada pengguna narkoba suntik, hubungan seks yang tidak aman seperti yang biasa ditemukan pada kelompok-kelompok tertentu misalnya hubungan dengan sesama jenis. Atau air susu ibu yang sudah terkena HIV AIDS. “Penularan virus ini umum didapatkan dari ketiga faktor tersebut,” ungkap Liliana mengingatkan.

Akan Tatalaksana pasien pengidap HIV-AIDS, klinik VCT di Siloam Hospitals Balikpapan, maka pasien dapat melakukan konsultasi yang bersifat rahasia. Untuk hasilnya pun bersifat rahasia, jadi bagi yang merasa memiliki faktor resiko HIV -AIDS silahkan datang berkonsultasi agar bisa dilakukan tes/pemeriksaan. “Tes yang dilakukan biasanya melalui pengambilan dan pemeriksaan darah, dan disarankan untuk datang sendiri. Jadi untuk pasangan pun sifatnya rahasia,” pungkas dokter Liliana Handranatan.

Pada akhirnya yang membunuh seorang dengan HIV-AIDS adalah bukan penyakitnya itu sendiri, melainkan diskriminasi dan kebencian yg didapat dari orang sekitarnya. Diskriminasi dan kebencian itulah yang membuat mereka takut untuk diperiksakan, hal itulah yang juga menyebabkan penyebaran virus HIV akan terus meluas. Jadi stop dikriminasi dan kebencian pada odha. (Red/rlls)

Iklan
Iklan
RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Bogor – Musik, hiburan, dan semangat “Juarakan Hidupmu” mewarnai gelaran perdana Pesta Juara di Yon Bekang, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/11). Bogor menjadi kota pertama dari enam kota yang akan disambangi festival ini, membawa ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan diri, merayakan pencapaian, dan menciptakan momen berkesan bersama. Musik punya cara tersendiri untuk menghadirkan kebersamaan, […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id. Jakarta – Prof. Yudi Utomo Imardjoko, Direktur PT Pembangkit Listrik Nuklir, tampil sebagai pembicara di Pameran Air, Energi, Teknologi dan Lingkungan ke-28 (WETEX) 2026 yang diselenggarakan oleh Dubai Electricity and Water Authority (DEWA) di Dubai World Trade Centre, 20–22 Oktober 2026. WETEX adalah pameran terbesar di kawasan dan salah satu pameran spesialis terkemuka di […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – Kesulitan memperoleh keturunan tidak selalu disebabkan oleh kondisi reproduksi perempuan. Faktor laki-laki juga dapat memengaruhi peluang kehamilan sehingga pemeriksaan kesuburan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan kedua pasangan. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan subspesialisasi fertilitas dan endokrinologi reproduksi RS Brawijaya Antasari, dr. Mohammad Haekal, Sp.OG, Subsp.FER, FICS, MIGS, menekankan pentingnya pemeriksaan […]

RedaksiRedaksi

Mediakawasan.id, Jakarta – PT Yili Indonesia Dairy (YILI) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan TOP Human Capital Award 2026, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan upaya berkelanjutan perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan Human Capital, serta peningkatan kesejahteraan karyawan. Penghargaan ini sekaligus mencerminkan konsistensi YILI dalam mengedepankan pengembangan talenta lokal sebagai bagian dari strategi […]